TAMAPROJECT / SCIENCE–POLICY INTERFACEEkosistem TAMA ↗
TAMASDG

NATURAL CAPITAL. PUBLIC VALUE.

Alam bernilai.
Sudahkah kita
menghitungnya?

Menghubungkan valuasi ekonomi lingkungan dengan agenda SDGs. Dari bukti ekologis menuju kebijakan yang bertanggung jawab.

01 — PERSPEKTIF TAMA

Yang tidak tercatat dalam neraca,
sering terabaikan dalam keputusan.

Ilustrasi kanopi hutan dengan aliran sungai dan garis kontur
LANDSCAPE / ECOSYSTEM SERVICES01
Dari bentang alam,
ke dalam neraca.
Ilustrasi konseptual berbantuan AI · bukan citra lokasi kajian
04Tujuan pembangunan
berkelanjutan
10Target prioritas
yang dipetakan
STATUS BUKTI

Nilai modal alam & luas kajian
Menunggu data terverifikasi

01 / NEXUS SDG

Satu bentang alam.
Empat agenda bersama.

Jelajahi hubungan antara jasa ekosistem, metode valuasi, dan target pembangunan.

02 / TITIK BERANGKAT

Tak memiliki harga.
Bukan berarti
tak bernilai.

Air yang terjaga. Tanah yang stabil. Karbon yang tersimpan. Alam bekerja setiap hari, tetapi manfaatnya kerap luput dari perhitungan pembangunan.

Valuasi bukan untuk mengomersialisasi alam. Ia membantu menghadirkan akuntabilitas ekologis: manfaat apa yang berubah, siapa yang terdampak, dan apa yang perlu dipulihkan.

Kenali pendekatan kami

03 / DARI RISET KE KEBIJAKAN

Bukti yang dapat
ditelusuri kembali.

Lihat kerangka lengkap
01 / OBSERVASI

Baca lanskap

Petakan luasan, tutupan, dan kondisi ekosistem.

02 / AKUNTANSI

Catat manfaat

Ukur aliran jasa dengan batas ruang dan waktu yang jelas.

03 / VALUASI

Uji nilainya

Nyatakan asumsi, metode, dan rentang ketidakpastian.

04 / KEBIJAKAN

Dasari keputusan

Bandingkan pilihan pengelolaan dan kebutuhan pemulihan.

RUANG EKSPLORASI

Bagaimana asumsi
mengubah hasil?

Coba estimator aliran jasa ekosistem dan periksa setiap parameter di balik angkanya.

Buka estimator